0274-3042220
0819 1555 0847 | 0812 2794 4404

Buka Praktek
06.00 - 21.00

(Spesialis Sewa Mobil dan Motor)

Kotagede, Sebuah Kota Tua Bersejarah di Jogja

Kotagede adalah sebuah daerah yang dulunya merupakan Ibukota Kesultanan Mataram. Suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini, seperti di kompleks Masjid Besar Mataram. Di Kotagede menyimpan sekitar 170 bangunan kuno buatan tahun 1700 hingga 1930. Hal tersebut menjadikan Kotagede tidak hanya sebagai Kota Perak, tetapi juga Kota Tua bersejarah penuh nuansa seni dan budaya. Selain itu, di Kotagede terdapat makam raja-raja Mataram yang bernama komplek Pasarean Mataram, namun kemudian dipindahkan ke daerah imogiri oleh Sultan Agung saat masa pemerintahannya.



Ada sejumlah peninggalan Kotagede yang sangat menarik, sebagai peninggalan kerajaan Mataram Islam, seperti makam para pendiri kerajaan, Mesjid Kotagede, rumah tradisional berarsitektur Jawa Mataram, hingga sisa reruntuhan benteng. Kompleks makam pendiri kerjaan Mataram berada sekitar 100 meter dari pasar Kotagede, dikelilingi tembok besar dan kokoh. Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu. Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dengan ukiran yang indah dan dijaga oleh sejumlah abdi dalem berbusana adat Jawa. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam. Uniknya, kita diharapkan untuk menggunakan busana adat jawa untuk memasuki area makam. Pengalaman menarik menggunakan busana layaknya abdi dalem kerajaan Jawa kuno. Kita akan melewati 3 gapura sebelum sampai ke gapura terakhir yang menuju bangunan makam.


Di samping kompleks makam, kita juga bisa mendapati tempat pemandian. Ada pemandian khusus pria dan wanita. Konon, air untuk pemandian pria diperoleh dari sumber di dalam kompleks makam. Sementara, air untuk pemandian wanita, diperoleh dari sumber pohon beringin di depan gerbang utama. Konon, pohon beringin ini ditanam langsung oleh Sunan Kalijaga dan telah berusia lebih dari 500 tahun. Sangat besar dengan ketinggian lebih dari 30 meter, seakan menjadi penjaga kompleks makam kotagede. Di dalam kompleks pemandian ini, terdapat hal unik bagi masyarakat awam. Kolam pemandian bercampur dengan sejumlah ikan dan ada ikan lele berukuran sangat besar bebas berenang di sini. Ukuran panjang lele 80 - 100 cm membuat kita terpesona. Belum lagi ada lele berwarna putih dengan bercak2 hitam, yang relatif langka. Bagi pengunjung yang sekedar berwisata, bisa menikmati cuci muka tangan dan kaki di sumur dekat pemandian. Sangat segar dan airnya bisa langsung diminum.

Selain sejarah dan warisan budayanya, Kotagede kini juga terkenal dengan kerajinan peraknya, berdiri tersebar mulai dari Pasar Kotagede sampai Masjid Agung, sepanjang Jalan Kemasan, Jalan Mondorakan, hingga Jalan Tegalgendu.


Fasilitas dan akomodasi di Kotagede sudah cukup lengkap. Kita dengan mudah bisa menemukan hotel, restoran, warung, toko suvenir dan oleh-oleh, mesin ATM, pom bensin, warnet, penjual pulsa, dan lain sebagainya. Lokasinya pun sangat mudah dijangkau dan dapat diakses dari mana-mana. Di Kotagede, kita juga bisa mengikuti kursus membuat kerajinan perak, baik short term course (beberapa jam) maupun medium term course (beberapa hari).

About the Author

Jogja Empat Roda

Author

JOGJA EMPAT RODA adalah perusahaan sewa/rental mobil Jogja murah yang berizin resmi. Kami melayani jasa rental mobil Jogja lepas kunci, dengan sopir atau all in. Telp/SMS/WA: 0819 1555 0847

0 comments:

Posting Komentar


 

Copyright © Rental Mobil Jogja JOGJA EMPAT RODA. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com